🌿 Hutan Perempuan: Ketika Perempuan Papua Menjaga Mangrove dan Kehidupan
Di Teluk Youtefa, Jayapura, ada lanskap mangrove adat bernama “Hutan Perempuan” — ruang di mana para mama-mama secara turun-temurun memanen moluska (bia), berbagi pengetahuan ekologis, dan menjaga identitas budaya mereka.
Riset terbaru dari @Universitas Cenderawasih bersama Universitas Kristen Indonesia, Swadiri Institute, dan IPB University mengungkap fakta penting:

📉 Hasil panen menurun drastis — dari 8–10 tumpuk per trip (2015) menjadi hanya 2–3 tumpuk (2025)
⏱️ Waktu mencari 1 tumpuk kini butuh hingga 3 jam
🌊 Penyebabnya: penggundulan mangrove, sedimentasi, air keruh, sampah plastik, hingga limbah tambang emas
⚖️ Meski perempuan adalah pemegang pengetahuan ekologis terkuat, keputusan pengelolaan lahan masih didominasi laki-laki dalam forum adat/desa
Hutan Perempuan bukan sekadar vegetasi mangrove — ia adalah lanskap sosio-ekologis bergender yang menopang pangan, pendapatan, identitas budaya, dan hubungan sosial masyarakat pesisir.
Konservasi akan lebih adil dan efektif ketika mama-mama diakui sebagai pemegang pengetahuan, pemantau, dan pengambil keputusan dalam pemulihan mangrove. 💚
📍 Youtefa Bay, Jayapura City, Papua
🔬 Suriani Surbakti, dkk. | SAGE 2026





